Mahasiswa PGMI FITK UIN Jakarta Melaksanakan Kegiatan Volunteer Edukasi Lingkungan di SD Gunung 05 Pagi Mexico

Dokumentasi Kegiatan Volunteer Edukasi di SD Gunung 05 Pagi

Mahasiswa Program Studi PGMI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan volunteer berupa edukasi lingkungan di SD Gunung 05 Pagi Mexico, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan pencemaran akibat limbah yang tidak dikelola dengan baik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada para siswa, sekaligus sebagai bentuk implementasi pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 ini melibatkan 32 mahasiswa sebagai relawan serta siswa kelas 5 dan 6 sebagai peserta edukasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber, yaitu Ibu Ida Farida selaku Founder Sekarcycle dan Bapak Abdel Achrian selaku SPV Divisi Tersenyum Rumah Sosial Kutub Jakarta Selatan. Keduanya memberikan pemahaman terkait pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah secara kreatif dan bernilai guna.

Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan menyampaikan bahwa kegiatan volunteer ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Selain itu, edukasi lingkungan dinilai penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung isu keberlanjutan, dengan dukungan penuh dari pihak fakultas terhadap kegiatan kolaboratif antara kampus, sekolah, dan komunitas

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melaksanakan beberapa program utama, seperti edukasi bank sampah dan kreasi daur ulang. Siswa diajarkan cara memilah sampah serta memahami nilai ekonominya melalui konsep bank sampah. Selain itu, siswa juga diajak untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk seperti lilin, serta mengolah sampah anorganik menjadi karya kreatif. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa karena tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung.

Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas dalam pengolahan minyak jelantah dan belum optimalnya keterlibatan orang tua dalam mendukung program di rumah, kegiatan ini secara keseluruhan memberikan dampak positif. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola limbah secara bijak.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *