Ciputat, 5 Desember 2025 – Menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas tidak cukup hanya dengan ide yang bagus, tetapi juga memerlukan metodologi yang tepat dan instrumen yang teruji. Sadar akan hal tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar workshop intensif bertajuk “Penguatan Kompetensi Riset Mahasiswa PGMI: Metode dan Pengembangan Instrumen Penelitian dalam Pendidikan Dasar”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 PPG UIN Jakarta pada Jumat (05/12) ini dihadiri penuh oleh mahasiswa Angkatan 2022 yang sedang bersiap menyusun tugas akhir. Acara ini dirancang untuk menjawab kegelisahan mahasiswa dalam menentukan desain penelitian dan menyusun alat ukur data yang valid.
Bedah Metode dan Simulasi Kasus Hadir sebagai narasumber pertama, Dr. Siti Masyithoh, M.Pd., membedah secara mendalam tentang ragam metode penelitian, mulai dari kuantitatif, kualitatif, hingga mixed method dalam konteks pendidikan dasar. Ia memberikan tips jitu menentukan variabel dan langkah sistematis menyusun desain penelitian agar tidak salah arah.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Asep Ediana Latip, M.Pd., yang fokus pada teknis pengembangan instrumen penelitian. “Instrumen adalah jantungnya data. Kalau angket atau pedoman wawancaranya tidak valid, hasil penelitiannya pun akan diragukan,” ujar Asep saat memaparkan teknik uji kelayakan instrumen.
Suasana workshop semakin hidup dengan adanya sesi simulasi analisis kasus. Mahasiswa diajak berkelompok untuk membedah contoh permasalahan nyata di sekolah dasar, lalu menentukan metode dan jenis instrumen yang paling tepat untuk digunakan. Pendekatan interaktif ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi juga terampil melakukan riset lapangan.
